29/05/2017
Tips Branding dan Bisnis:
Mengetahui Value/Nilai Hidup Kita yang Sesungguhnya
--------
Dalam proses branding diri, salah satu hal yang perlu kita kenali adalah apa yang menjadi nilai hidup kita yang sesungguhnya.
Kedengarannya mudah, ya? Namun dalam kenyataannya, jarang orang beneran ngerti tentang nilai hidup yang sebenarnya dia pegang.
Penyebabnya macam-macam. Ada yang karena terbiasa dengan value yang berlaku di lingkungannya. Ada yang karena tidak enak jika berbeda dengan orang lain.
Yakni dengan menghadapkannya pada masalah atau hal tertentu.
Kita cari apa yang bikin kita merasa terusik. What tickles us? What makes us angry, sad? Apa yang bikin kita merasa nyaman dan tak nyaman melakukannya?
Contoh:
Ada seseorang berusaha untuk fit in, alias menyesuaikan diri dengan lingkungannya yang gemar pesta, bersosialisasi, ke sana kemari berombongan.
Ia ikut itu karena tuntutan lingkungan. Namun ia tidak bahagia. Pikirannya justru stress. Dan barulah ia merasa nyaman, ketika dengan sadar memisahkan diri dan kembali ke lingkungan lain. Di mana di lingkungan itu, ia bisa lebih tenang mengerjakan hal yang dis**ai. Tak harus ribut seharian memilih baju apa yang harus dipakai ke pesta. Tak harus kesana-kemari.
Di situ kita bisa lihat, ia punya value tersendiri, yakni lebih menyukai ketenangan dan keteraturan, ketimbang kesenangan.
Kita bisa mengetahui cocok tidaknya value seseorang, dari reaksi kita terhadapnya.
Beda dengan orang lain. Reaksinya mungkin berbeda dengan saya, untuk sebuah kasus yang sama.
Setiap orang punya reaksi beda untuk kasus yang sama, yang itu disebabkan oleh value yang beda.
Perhatikan reaksi kita, manakala dihadapkan pada problem tertentu. Di situlah kita bisa melacak, apa sebenarnya value yang kita hargai.
Dengan memahami value diri sendiri, kita bisa terbantu untuk memilih lingkungan dan networking yang tepat.
Kita tidak akan buang waktu terlalu banyak untuk deal dengan orang yang valuenya berseberangan total. Atau minimal, kita bisa menetapkan batasan atau rambu. Sejauh mana kita bisa menerima, dan sejauh mana kita tidak bisa.
Dengan cara itu, saya terbantu untuk bisa jujur dengan teman, jika suatu saat kami berseberangan. Sebab saya tahu value dia apa, dan dia pun tahu value saya apa.
Cara ini bisa mengurangi konflik yang tidak perlu.
Mengetahui value diri sendiri, juga berguna saat kita memilih pekerjaan.
Kalau kita lebih menyukai kreatifitas dibandingkan urusan detil, maka sebaiknya tidak cari kerja di bidang administrasi. Carilah kerja atau bisnis yang memungkinkan kita leluasa mengaplikasikan kreatifitas.
Sebab jika tidak, maka dampaknya akan kena ke branding diri kita juga. Kalau nggak cocok, otomatis kita nggak bahagia. Prestasi biasa-biasa saja. Pikiran dan tubuh lelah tanpa sebab.
Orang lain pun akan salah paham. Dikiranya kita malas, baperan, nggak punya inisiatif, padahal problem utamanya adalah karena kita kerja di tempat yang nggak sesuai dengan value kita.
Yang rugi kita sendiri, bukan? Alih-alih bisa meyakinkan orang lain. Yang ada malah justru kita dapat brand yang tidak tepat.
Nah, itulah salah satu cara mengetahui apa value kita. Dan mengapa itu penting untuk kita ketahui.
Semoga tips ini bermanfaat!