Klinik Utama Prima Medistra

Klinik Utama  Prima Medistra Dimana kita menerapkan manajemen pengendalian utilisasi dan biaya tanpa meninggalkan mutu untuk memberikan pelayanan kesehatan yang efektif dan efisien.

Prima Medistra adalah salah satu dari penyelenggara pelayanan kesehatan di Indonesia yang berbasis pada Sistem Managed Care yang mengacu pada pelayanan dokter keluarga . Dalam sistem Managed Care para pelaksana pelayanan kesehatan berperan serta dalam pengendalian biaya, dimulai dari tingkat pelayanan primer yaitu dokter pemberi pelayanan kesehatan tingkat pertama / primary physician dilanjutk

an ke dokter pemberi pelayanan kesehatan tingkat kedua dokter spesialis , maupun sampai ke rujukan rawat inap yang dilakukan secara berjenjang. Dengan mempercayakan pengelolaan pembiayaan kesehatan pekerja perusahaan anda kepada Manajemen PRIMA MEDISTRA melalui sistem Managed Care maka perusahaan anda akan mendapatkan efektifitas serta efisiensi terhadap pembiayaan kesehatan pekerja. Karena kami akan memberikan pelayanan yang bermutu dan rasional bagi pekerja perusahaan anda.

20/08/2024
08/01/2022
02/04/2019

Ada yang tahu alamat pest control Semarang ??

02/10/2017

Loker di Prima Medistra :
Dibutuhkan seorang bidan , untuk merawat bayi , sanggup bekerja full timer. ... lamaran langsung ke Klinik Prima Medistra se lambatnya tgl 6 October 2017

27/07/2017

Dok Apakah Cabut Gigi Atas Menyebabkan Kebutaan?
Dok Benar Cabut Gigi Mempengaruhi Saraf ?

* Ada beberapa hal yang perlu diketahui oleh pasien terkait jalur persarafan organ yang ada di daerah kepala dan leher. Banyak saraf yang mensarafi daerah kepala ,namun terdapat saraf yang spesifik terhadap mata dan rahang atas.

* Di bagian kepala terdapat 12 macam saraf yaitu :
1. Olfaktorius > Penciuman
2. Optikus > Penglihatan
3. Okulomotorik > Pergerakan Bola mata.
4. Trochlearis > Pergerakan Bola Mata.
5. Trigeminus > Rongga Mulut dan Mata.
6. Abdusen > Pergerakan Bola Mata.
7. Fasialis > Pada Otot Ekspresi wajah , perasa pada lidah depan, pendengaran.
8. Vestibulococlearis > Pada Keseimbangan.
9. Glosofaringeus > pada sensasi orofaring, perasa lidah bagian belakang , otot styloparingeus.
10. Vagus >pada oto laring , faring, sensasi pada hipofaring , jantung , paru, abdominal viscera.
11. Asesoris > pada otot sternokleidomastoideus, otot trapezius.
12. Hipoglosus > Pada pergerakan otot lidah.

* Saraf yang berhubungan dengan rongga mulut dan mata adalah saraf TRIGEMINUS. Saraf ini merupakan saraf kranial terbesar. Saraf ini disebut sebagai saraf Trigeminus karena mempunyai tiga cabang besar yaitu :

1. Saraf OFTALMIKUS, saraf ini bersifat sensorik , bekerja pada sensasi bola mata , anterior scalp, wajah bagian atas.

2 Saraf MAKSILARIS, saraf ini bersifat sensorik, bekerja pada sensasi rongga hidung dan sinus, palatum , wajah bagian tengan dan gigi bagian atas.

3. Saraf MANDIBULARIS, saraf yang memiliki sifat sensorik dan motorik bekerja pada oto pengunyahan , tensor tempani , sensasi pada telinga , rongga mulut, gigi rahang bawah dan dagu.

* Pada mata disarafi oleh saraf OFTALMIKUS. Sedangkan gigi rahang disarafi oleh saraf MAKSILARIS. Kedua saraf tersebut berbeda area kerja. Sehingga pencabutan gigi rahang atas tidak akan berpengaruh langsung pada saraf mata.

* Proses Pencabutan lebih berhubungan dengan sistem pembuluh darah. Sedangkan sistem saraf berhubungan dengan obat lokal anastesi (obat bius) yaitu menghambat impuls reseptor nyeri yang dihantarkan oleh sistem saraf tersebut.

* Infeksi pada gigi-gigi rahang atas dapat menyebar ke bagian lain tubuh termasuk ke daerah mata. Penjalaran infeksi dapat melalui pembuluh darah dan jaringan lunak disekitar rongga mulut, BUKAN MELALUI SARAF. Sebagai contoh, pada kasus abses (bengkak bernanah) yang disebabkan oleh gigi taring rahang atas yang berlubang dapat meluas ke area sekitar mata bahkan hingga mengakibatkan bengkak dibawah mata.

* Komplikasi yang sering terjadi pada pencabutan di rahang atas adalah terjadinya alveolar osteitis dan oroantral communication.

* Alveolar osteitis banyak disebabkan terlepasnya bekuan darah dari soket karena berbagai hal, sehingga luka bekas pencabutan susah untuk sembuh dan terus terasa sakit.

* Oroantral Communication adalah terjadinya hubungan antara sinus maksilaris dengan rongga mulut.

* Prosedur dalam pencabutan gigi mempengaruhi saraf maksilaris dan mandibularis dalam arti POSITIF dimana dokter gigi akan menyuntikan obat bius untuk menghentikan sinyal saraf ke otak sehingga membuat mati rasa di daerah pencabutan.

* Selama prosedur pencabutan dilakukan sesuai dengan standar medis yang baik, pasien tidak perlu takut untuk melakukan pencabutan gigi terutama gigi atas.

--------------------------------------------------
GLIMLACH BALI
JL. WR Supratman No. 22, Denpasar
0361 4722190
www.glimlachbali.com
--------------------------------------------------

Before and after ....
17/07/2017

Before and after ....

Address

Jalan Lingkar Utara Pedawang, Bae ( Sebelah Barat UMK)
Kudus

Telephone

+622914250123

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Klinik Utama Prima Medistra posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share