Kesuksesan pengendalian rayap dimulai dari pengamatan atau monitoring secara menyeluruh. Kesalahan deteksi bisa mengakibatkan pengeluaran biaya treatment menjadi lebih tinggi (bagi perusahaan maupun konsumen) dan inspeksi yang tepat dapat mengurangi keluhan atau kunjungan ulang. Kegiatan inpeksi dilakukan untuk menentukan lokasi aktivitas rayap, lubang-lubang masuknya rayap pada bangunan, area pot
ensial serangan rayap, tempat-tempat potensial sarang rayap dan area-area yang sulit dijangkau perlakuan. Kegiatan inspeksi dimulai dari mempelajari denah konstruksi bangunan. Pada denah ditentukan ukuran/dimensi, tipe pondasi, sleb, lokasi kerusakan akibat rayap, jalur rayap, sayap rayap, atau rayap aktifnya, hama-hama kayu selain rayap, kondisi-kondisi yang disukai rayap (seperti : kelembaban, kontak kayu tanah, ventilasi, dll), lokasi sambungan-sambungan, retakan, saluran air, slab, lokasi-lokasi yang “sulit” seperti pada sistem pembuangan air, saluran AC, jaringan kelistrikan, dll serta spesifikasi perlakuan. Sangat penting untuk mengamati struktur eksternal dan internal bangunan untuk mengetahui tanda-tanda aktivitas rayap,