THL POPT Kec. Cikedung

THL POPT Kec. Cikedung Berbagi Informasi OPT dan DPI

15/04/2022

Assalamualaikum dan selamat pagi Sobatani, Walang sangit atau yang dikernal dengan Leptcorisa oratorius adalah hama yang dapat menganggun pertanaman padi. berikut ini cara bagaimana mengendalikan hama walang sangit, semoga bermanfaat ya Sob,,,

29/01/2022
28/01/2022

Ingin mengetahui budidaya nangka?
Dapatkan materinya hanya cukup scan barcode di bawah ini


27/01/2022

Jakarta - BTS (Bimbingan Teknis Sosialisasi) Propaktani yg diselenggarakan setiap hari, pada episode ke 281 Tanggal 12 Januari 2022 mengangkat Tema Menarik Budidaya Padi Ramah Lungkungan.

Acara yang diinisiasi Ditjen Tanaman Pangan Kementerian Pertanian merupakan upaya nyata untuk mencerahkan para petani terkait dengan inovasi dan teknologi budidaya pertanian, dan juga ajang bertukar fikiran, diskusi, sambung rasa dari berbagai kalangan. Apakah mereka yang berbasis akademisi. Apakah mereka yang berasal dari kalangan peneliti, penyuluh pertanian, kelembagaan/organisasi petani dan para petani itu sendiri.

Ketua Harian DPD HKTI Jabar, Entang Sastraadmadja berpendapat dari apa yang menjadi penyampaian Bimtek oleh para Narasumber dapat ditegaskan, pola tanam padi ramah lingkungan adalah teknologi budidaya padi sawah dengan penerapan pola tanam jajar legowo, pengairan berselang, pemupukan berimbang dan penggunaan biopestisida. "Sawah tidak perlu diairi terus menerus, tidak perlu banyak pupuk kimia dan tambahkan pupuk organik," sebutnya.

Budidaya padi ramah lingkungan, pada dasarnya akan sangat ditentukan oleh benih padi yang akan ditanam, dosis dan jenis pupuk yang tepat, pengairan yang sesuai dengan kebutuhan, penggunaan bio pestisida yang cocok dan keberadaan para Penyuluh Pertanian di lapangan. "Dari perbincangan tentang bintek secara daring ini ada beberapa catatan penting yang perlu dijadikan pencermatan kita bersama," sebutnya.

Pertama, tentu saja terkait dengan penggunaan benih padi yang akan dibudidayakan. Benih yang akan digunakan, sebaiknya sudah bersertifikat. Kita harus hati-hati memilih benih padi ini. Sekarang ini banyak benih padi yang memiliki waktu lebih singkat untuk di panen dengan produksi yang cukup tinggi. Kita juga memiliki benih yang tahan kekeringan. Sekarang tinggal dipilih, mana yang akan dibudidayakan.

Dalam hal ini, peran Penyuluh Pertanian menjadi sangat penting. Penyuluh inilah yang akan melakukan proses pembelajaran kepada para petani terkait varietas padi apa yang cocok dikembangkan untuk budidaya padi ramah lingkungan. Apa yang dihasilkan para peneliti, sudah seharus nya disampaikan kepada para penyuluh secara terang benderang, sehingga para Penyuluh akan dapat mengajarkan nya kepada petani secara benar.

Proses Penyuluhan Pertanian seperti ini kelihatan butuh sinergi dan kolaborasi antara Ditjen Tanaman Pangan dengan BP2SDM Kementerian Pertanian. Tanpa ada kerja-sama yang berkualitas, mulai dari sisi perencanaan hingga pelaksanaan nya, boleh jadi masing-masing eselon 1 di Kementan bakalan asyik dengan tugas dan fungsinya masing-masing.

Kedua, terkait dengan proses pemupukan. Budidaya padi ramah lingkungan, sepatut nya lebih mengutamakan penggunaan pupuk organik ketimbang memakai pupuk kimia. Namun dengan berbagai pertimbangan, kelihatannya kita masih belum siap untuk menyetop pemakaian pupuk an-organik untuk menggantikan nya dengan pupuk organik secara totalitas.

Namun begitu, s**a atau pun tidak, secara keputusan politik, kita sudah harus berani mengurangi penggunaan pupuk kimia dan mensubsitusi nya dengan pupuk organik. Disinilah perlu nya ada revitalisasi dalam kebijakan pupuk bersubsidi. Revitalisasi adalah "giving a new life". Arti nya perlu ada "darah baru" dalam Tata Kelola Pupuk Bersubsidi.

Subsidi yang diberikan kepada pabrikan, sebaik nya diberi muatan agar pupuk organik menjadi salah satu prioritas pengembangan mereka ke depan. Sebab, kalau kita sudah berani akan mengembangkan budidaya padi ramah lingkungan, maka yang disebut pupuk organik adalah salah satu faktor yang menentukan sampai sejauh mana budidaya padi ramah lingkungan itu mengena pada apa yang diimpikan nya itu.

Ketiga terkait dengan komitmen dan konsistensi Pemerintah untuk menerapkan budidaya padi ramah lungkungan itu sendiri. Arti nya, sampai sejauh kemauan politik yang demikian akan diikuti oleh tindakan politik di lapangan. Pemerintah, baik Pusat atau Daerah, harus betul-betul mendampingi, mengawal, mengawasi dan mengamankan kebijakan ini.

Hal ini penting dicatat, karena tanpa ada nya dukungan maksimal dari Pemerintah, besar kemungkinan budidaya padi ramah lingkungan, bisa saja dihantam oleh kelompok yang tidak pro dengan pengembangan pupuk organik.

Sebetul nya banyak hal yang mengedepan dalam Bintek Daring yang berlangsung sekitar 3 jam efektif. Hanya, berdasarkan pengamatan yang dilakukan, Bimtek Daring semacam ini, memang merupakan langkah tepat untuk mencerahkan pemikiran kita terhadap hal-hal baru dalan pembangunan pertanian di negeri ini. Namun begitu, kita juga harus mampu menberi solusi nyata atas apa-apa yang diungkap oleh peserta Bimtek yang berjumlah sekitar 250 orang tersebut. Mereka adalah kekuatan kita, yang perlu dioptimalkan keberadaannya.

Di tempat terpisah, Dirjen Tanaman Pangan Suwandi menyampaikan bahwa Budidaya Padi Ramah Lingkungan (BPRL) merupakan salah satu kegiatan regular maksimum di tahun 2022 dan dialokasikan stimulan bantuan pemerintah seluas 10.800 hektar di 12 Provinsi 55 Kabupaten.

"Kegiatan ini merupakan upaya dalam rangka peningkatan produksi dengan memperhatikan aspek kelestarian lingkungan dan keberlanjutan budidaya kedepan. Dengan pemulihan kesuburan lahan, tentunya produktivitas hasil Panen akan meningkat dan berdampak pada peningkatan pendapatan petani," pungkas Suwandi.

27/01/2022

Sebagaimana diketahui burung adalah salah satu contoh hama yang mengganggu padi. Burung yang sangat s**a memakan tanaman padi adalah burung pipit (emprit). Berbagai jenis burung pipit yang tercatat sebagai hama pertanaman padi seperti Lonchurastriata L. Lonchurapuntulata, dan Lonchuraleucogastra.

Burung pipit adalah jenis hama dari kelas unggas (aves) pemakan biji-bijian yang menyerang malai pada tanaman padi untuk memakan biji atau bulir padi. Hal ini menyebabkan petani mengalami kehilangan 30—50 persen hasil produksi. Hal yang cukup meresahkan lainnya dari hama burung pipit ialah mereka secara bergerombol akan memakan tanaman padi dari pagi sampai sore. Oleh karena itu, burung pipit termasuk salah satu hama yang cukup mengkhawatirkan.

“Biasanya hama burung banyak ditemukan sekitar bulan Januari. Adapun teknik pengendalian hama burung ini adalah dengan melakukan tanaman serentak, menanam tanaman berwarna mencolok, memasang benda-benda mengkilap, jaring atau benang perangkap, dan memberikan aroma yang tidak dis**ai burung,” jelas Takdir.

Senada dengan hal tersebut, Ketua Harian DPD HKTI Jawa Barat, Ir. Entang Sastraatmadja, menyampaikan bahwa burung disebut hama padi karena mencuri dan memakan padi di sawah. Hama burung biasanya mulai menyerang areal pertanaman pada saat bulir padi mulai menguning sehingga menyebabkan kehilangan hasil secara langsung. “Cobalah menanam jengkol, pipit tidak akan s**a,” imbuhnya.

Dalam kesempatan yang sama hadir p**a Prof. Johan Iskandar, Guru Besar UNPAD, menyampaikan bahwa Pengelolaan hama padi di sawah, seperti jenis-jenis burung harus memahami faktor-faktor ekologi burung dan sistem sosial ekonomi dan budaya petani. Berbagai jenis burung menjadi hama di sawah atau ladang karena pakannya biji-biji padi. Pop**asi burung hama di alam mengalami perubahan tergantung dari input dan output terhadap stok pop**asi. Penduduk pedesaan secara tradisi telah melukan pengeolaan hama berlandaskan tradisi. Memadukan pengetahuan lokal penduduk dan pengetahuan saintifik sangat bermanfaat untuk pengelolaan hama burung padi.

27/01/2022

Assalamualaikum selamat pagi Sobat tani, uda pada ngopi belum ? Oo iya simpan ampas kopinya ya Sob, jangan buru-buru dibuang ,, ada sejumlah manfaat yang bisa diperoleh dari ampas kopi lho Sob.

Hydrellia philippina FerinoDiptera: EphyridaeLalat bibit menyerang tanaman padi yang baru ditanam pindah pada sawah yang...
26/01/2022

Hydrellia philippina Ferino
Diptera: Ephyridae

Lalat bibit menyerang tanaman padi yang baru ditanam pindah pada sawah yang selalu tergenang. Stadia hama yang merusak tanaman padi adalah larvanya. Larva lalat bibit berwarna kuning kehijau-hijauan yang tembus cahaya, berada di bagian tengah daun yang masih menggulung. Larva bergerak di kebagian tengah tanaman merusak jaringan bagian dalam sampai titik tumbuh daun.

Gejala kerusakan adalah bercak-bercak kuning yang dapat dilihat di sepanjang tepi daun yang baru muncul dan daun yang terserang mengalami perubahan bentuk. Telur diletakkan pada permukaan atas daun, berwarna keputih-putihan dan berbentuk lonjong seperti pisang. Siklus hidupnya 4 minggu.

Tanaman yang terserang anakannya menjadi berkurang dan serangan berat dapat memperlambat fase pematangan 7-10 hari. Tanaman pada dasarnya dapat mengkompenseasi asalkan tidak ada serangan hama lainnya atau tekanan lingkungan yang mempengaruhi.

Cara pengendalian

Keringkan sawah
Pengendalian lalat bibit yang tepat adalah pencegahan karena ketika gejala kerusakan terlihat di lapang, lalat bibit sudah tidak ada di pertanaman
Penggunaan insektisida (bila diperlukan) adalah yang berbahan aktif : - bensultap, BPMC, atau - karbofuran

Semangat pagi...Sobat POPCIKWaspada Terhadap Peningkatan Pop**asi Kelompok Telur Penggerek Batang Padi di Persemaian pad...
29/04/2021

Semangat pagi...
Sobat POPCIK
Waspada Terhadap Peningkatan Pop**asi Kelompok Telur Penggerek Batang Padi di Persemaian pada MT 2021 (gadu)
Segera Lakukan Tindakan Pengendalian Pengump**an Kelompok Telur

25/03/2021

Tikus sawah merupakan hama utama penyebab kerusakan padi di Indonesia. Serangan tikus sawah terjadi sejak pesemaian hingga panen, bahkan dalam gudang penyimpanan padi. Pengendalian tikus sawah relatif lebih sulit karena sifat biologi dan ekologinya yang berbeda dibanding hama padi lainnya.

Kegiatan pengendalian diprioritaskan pada awal musim tanam, dilakukan petani secara bersama-sama dan terkoordinir dalam skala hamparan, intensif, dan berkelanjutan dengan menerapkan kombinasi teknik pengendalian yang sesuai.

Untuk tikus lokal, pengendalian intensif dilakukan sebelum periode aktif perkembangbiakan tikus sawah yang bertepatan dengan stadia padi generatif.

Untuk tikus migran yang berasal dari tempat lain, pengendalian intensif dilakukan sebelum tikus mencapai pertanaman di lokasi target pengendalian. Misalnya dengan pemasangan LTBS memotong arah migrasi, atau fumigasi dan gropyok massal di lokasi asal tikus.

Selain itu bisa juga menggunakan musuh alaminya yaitu burung hantu tyto alba.
Burung hantu (Tyto alba) adalah salah satu burung predator bagi tikus. Sepesies ini memiliki kelebihan dibanding dengan sepesies lainya, dengan ukuran badan yang relatif besar dan sering aktif pada malam hari dapat memungkinkan untuk melakukan pemburuan tikus dengan cukup baik.

Address

Jalan Raya Cikedung Lor-Mundakjaya Kec. Cikedung
Indramayu
45262

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when THL POPT Kec. Cikedung posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share