Dakenzie

Dakenzie DAKENZIE
kami mengelola laundry dengan nama K**A LAUNDRY yang sudah beroperasional dari Januari 2020 dan bertahan sampai dengan saat ini. DAKENZIE.

Kami adalah grup bisnis yang mengelola beberapa bisnis, yaitu laundry, online shop dll.

Kamu Tinggal di Rangkapan jaya Depok sekitarnya?Trus Punya Masalah Seperti Ini :1. Baju kotor menumpuk gak sempat nyuci2...
10/04/2021

Kamu Tinggal di Rangkapan jaya Depok sekitarnya?

Trus Punya Masalah Seperti Ini :

1. Baju kotor menumpuk gak sempat nyuci

2. Stok baju bersih habis pas lagi butuh

3. Mau nyuci males pergi ke Laundry

Tenang, k**a laundry menghadirkan pengalaman mencuci yg bisa mengatasi masalah-masalah kamu diatas.

Ada FREE Antar Jemput Laundry loh buat kamu.. Ayo tunggu apalagi, hubungi kami sekarang juga di :

WhatsApp 0858-8355-2509

Hmm..  Baiklah...
16/04/2019

Hmm.. Baiklah...

Kalau rumah kebakaran, kamu harus belakangan menyelamatkan diri. Kalau musuh datang menyerang, kamu harus berdiri paling depan untuk menyongsongnya. Kalau panen melimpah, kamu harus belakangan makan. Itulah Pemimpin. (Cak nun)

Cek Account kami di bukalapak, dapatkan berbagai macam pakaian anak anak.Open reseller dropship,add Pin BBM dakenzie 553...
05/11/2015

Cek Account kami di bukalapak, dapatkan berbagai macam pakaian anak anak.

Open reseller dropship,add Pin BBM dakenzie 553B2E00

Hanya 12.500
03/11/2015

Hanya 12.500

Jual KAOS LILOPET, Baju Anak dengan harga Rp 12.500 dari toko online dakenziestore, Depok. Cari produk blouse lainnya di Tokopedia. Jual beli online aman dan nyaman hanya di Tokopedia.

Uahaha.. Like!!
31/10/2015

Uahaha.. Like!!

Lucu anak kecil janji aku gak bandel lagi ya mak dengan logat batak

24/10/2015

Woowww...!!! Like!!!

13/10/2015

Tips Membuat Sablon di Mug Gelas

1 Pastikan kertas yang dipakai adalah kertas HVS Coated untuk hasil yang optimal.
Permukaan kertas yang diprinting adalah yang mengkilat atau yang lengket jika jari kita dibasahi sedikit air.

2. Pastikan gambar yang akan diprinting sudah di mirror image terlebih dahulu. Area printing untuk sablon mug maksimal adalah 22x8 cm, atau disesuaikan dengan diameter mug yang dipakai.
Keringkan gambar yang sudah diprinting sekitar 5-10 menit untuk hasil yang optimal.
Perhatian: tinta yang belum kering menyebabkan hasil kurang terang (cenderung pucat), gambar yang sudah diprinting dapat ditaruh di atas monitor untuk mempercepat proses pengeringan tinta.

3. Tancapkan kabel power pada sumber listrik, kemudian setting suhu antara 180-1850C (1).
Atur kekuatan tekanan mesin press dengan memutar bola merah (2), sesuaikan dengan diameter mug yang akan dipress.
Nyalakan mesin heat press dengan menekan tombol power (3) ke posisi ON, maka lampu indikator yang berwarna kuning (4) akan menyala.

4. Tempelkan gambar pada mug secara center.
Bila perlu lapisi gambar dengan kertas HVS yang bersih sampai mengelilingi mug, agar tidak ada bekas kotoran mesin press pada mug.
Perhatian: Pastikan bahwa lapisan coating pada mug dan tinta sablon pada kertas sudah kering dan gambar sudah di mirror imageterlebih dahulu.

5. Mas**an mug kedalam mesin heat press, kemudian nyalakan tombol power yang berwarna merah. Bila suhu sudah mencapai 1800C, mas**an mug yang sudah ditempel gambar pada mesin press dengan mengangkat tuas pengunci (5) terlebih dahulu, kemudian di press. Saat ini suhu akan turun drastic, tunggu sampai suhu mencapai 1800C kembali.
Kemudian atur timer (6), yaitu lama pengepresan mug antara 20-30 detik.

6. Tekan kembali tuas pengunci. Bila suhu sudah sesuai settingan maka lampu indikator yang berwarna merah akan menyala (7).
Nyalakan saklar timer (8) yang sudah disetting.

7. Matikan timer dan power bila alarm sudah berbunyi. Diamkan sekitar 2-3 menit sampai agak dingin, kemudian mug diangkat.
Perhatian: jika masih panas mug jangan diangkat dari mesin press, karena gambar akan menjadi berbayang.

8. Buka kertas HVS pelapis mug

9. Bila sudah dingin, lepas kertas sablon.

Diperoleh mug cantik siap pakai yang telah disablon.

digunakan mug coated 2. Tinta sublime atau tinta sablon 3. Kertas HVS Coated Selamat Mencoba...

Sumber : Arief Basuki (kompasiana)

09/10/2015

Silakan baca cerita ini sampai selesai, ambil hikmahnya dan pelajaran apa yang dapat Anda ambil untuk kehidupan.

“ Goblok kamu ya…” Kata Suamiku sambil melemparkan buku rapor sekolah Doni. Kulihat suamiku

berdiri dari tempat duduknya dan kemudian dia menarik kuping Doni dengan keras. Doni meringis.

Tak berapa lama Suamiku pergi kek**ar dan keluar kembali membawa penepuk nyamuk. Dengan garang

suamiku memukul Doni berkali kali dengan penepuk nyamuk itu. Penepuk nyamuk itu diarahkan

kekaki, kemudian ke punggung dan terus , terus. Doni menangis “ Ampun, ayah ..ampun ayah..”

Katanya dengan suara terisak isak. Wajahnya memancarkan rasa takut. Dia tidak meraung. Doni ku

tegar dengan siksaan itu. Tapi matanya memandangku. Dia membutuhkan perlindunganku. Tapi aku

tak sanggup karena aku tahu betul sifat suamiku.

“Lihat adik adikmu. Mereka semua pintar pintar sekolah. Mereka rajin belajar. Ini kamu anak

tertua malah malas dan tolol Mau jadi apa kamu nanti ?. Mau jadi beban adik adik kamu ya…he “

Kata suamiku dengan suara terengah engah kelelahan memukul Doni. Suamiku terduduk dikorsi.

Matanya kosong memandang kearah Doni dan kemudian melirik kearah ku “ Kamu ajarin dia. Aku

tidak mau lagi lihat lapor sekolahnya buruk. Dengar itu. “ Kata suamiku kepadaku sambil

berdiri dan masuk kek**ar tidur.

Kupeluk Doni. Matanya memudar. Aku tahu dengan nilai lapor buruk dan tidak naik kelas saja dia

sudah malu apalagi di maki maki dan dimarahi didepan adik adiknya. Dia malu sebagai anak

tertua. Kembali matanya memandangku. Kulihat dia butuh dukunganku. Kupeluk Doni dengan erat “

Anak bunda, tidak tolol. Anak bunda pintar kok. Besok yang rajin ya belajarnya”

“ Doni udah belajar sungguh sungguh, bunda, Bunda kan lihat sendiri. Tapi Doni memang engga

pintar seperti Ruli dan Rini. Kenapa ya Bunda” Wajah lugunya membuatku terenyuh.. Aku menangis

“ Doni, pintar kok. Doni kan anak ayah. Ayah Doni pintar tentu Doni juga pintar. “

“Doni bukan anak ayah.” Katanya dengan mata tertunduk “ Doni telah mengecewakan Ayah, ya bunda



Malamnya, adiknya Ruli yang sek**ar dengannya membangunkan kami karena ketakutan melihat Doni

menggigau terus. Aku dan suamiku berhamburan kek**ar Doni. Kurasakan badannya panas.Kupeluk

Doni dengan sekuat jiwaku untuk menenangkannya. Matanya melotot kearah kosong. Kurasakan

badannya panas. Segera kukompres kepalanya dan suamiku segera menghubungi dokter keluarga.

Doni tak lepas dari pelukanku “ Anak bunda, buah hati bunda, kenapa sayang. Ini bunda,..”

Kataku sambil terus membelai kepalanya. Tak berapa lama matanya mulai redup dan terkulai. Dia

mulai sadar. Doni membalas pelukanku. ‘Bunda, temani Doni tidur ya." Katanya sayup sayup.

Suamiku hanya menghelap nafas. Aku tahu suamiku merasa bersalah karena kejadian siang tadi.

Doni adalah putra tertua kami. Dia lahir memang ketika keadaan keluarga kami sedang sulit.

Suamiku ketika itu masih kuliah dan bekerja serabutan untuk membiayai kuliah dan rumah tangga.

Ketika itulah aku hamil Doni. Mungkin karena kurang gizi selama kehamilan tidak membuat

janinku tumbuh dengan sempurna. Kemudian, ketika Doni lahir kehidupan kami masih sangat

sederhana. Masa balita Doni pun tidak sebaik anak anak lain. Diapun kurang gizi. Tapi ketika

usianya dua tahun, kehidupan kami mulai membaik seiring usainya kuliah suamiku dan mendapatkan

karir yang bagus di BUMN. Setelah itu aku kembali hamil dan Ruli lahir., juga laki laki dan

dua tahu setelah itu, Rini lahir, adik perempuannya. Kedua putra putriku yang lahir setelah

Doni mendapatkan lingkungan yang baik dan gizi yang baik p**a. Makanya mereka disekolah pintar

pintar. Makanya aku tahu betul bahwa kemajuan generasi ditentukan oleh ketersediaan gizi yang

cukup dan lingkungan yang baik.

Tapi keadaan ini tidak pernah mau diterima oleh Suamiku. Dia punya standard yang tinggi

terhadap anak anaknya. Dia ingin semua anaknya seperti dia. Pintar dan cerdas. “ Masalah Doni

bukannya dia tolol, Tapi dia malas. Itu saja. “ Kata suamiku berkali kali. Seakan dia ingin

menepis tesis tentang ketersediaan gizi sebagai pendukung anak jadi cerdas. “ Aku ini dari

keluarga miskin. Manap**a aku ada gizi cukup. Mana p**a orang tuaku ngerti soal gizi. Tapi

nyatanya aku berhasil. “ Aku tak bisa berkata banyak untuk mempertahankan tesisku itu.

Seminggu setelah itu, suamiku memutuskan untuk mengirim Doni kepesantren. AKu tersentak.

“ Apa alasan Mas mengirim Doni ke Pondok Pesantren “

“ Biar dia bisa dididik dengan benar”

“ Apakah dirumah dia tidak mendapatkan itu”

“ Ini sudah keputusanku, Titik.

“ tapi kenapa , Mas” AKu berusaha ingin tahu alasan dibalik itu.

Suamiku hanya diam. Aku tahu alasannya. Dia tidak ingin ada pengaruh buruk kepada kedua putra

putri kami. Dia malu dengan tidak naik kelasnya Doni. Suamiku ingin memisahkan Doni dari adik

adiknya agar jelas mana yang bisa diandalkannya dan mana yang harus dibuangnya. Mungkinkah itu

alasannya. Bagaimanapun, bagiku Doni akan tetap putraku dan aku akan selalu ada untuknya. Aku

tak berdaya. Suamiku terlalu pintar bila diajak berdebat.

Ketika Doni mengetahui dia akan dikirim ke Pondok Pesantren, dia memandangku. Dia nampak

bingung. Dia terlalu dekat denganku dan tak ingin berpisah dariku.

Dia peluk aku “ Doni engga mau jauh jauh dari bunda” Katanya.

Tapi seketika itu juga suamiku membentaknya “ Kamu ini laki laki. Tidak boleh cengeng. Tidak

boleh hidup dibawah ketiak ibumu. Ngerti. Kamu harus ikut kata Ayah. Besok Ayah akan urus

kepindahan kamu ke Pondok Pesantren. “

Setelah Doni berada di Pondok Pesantren setiap hari aku merindukan buah hatiku. Tapi suamiku

nampak tidak peduli. “ Kamu tidak boleh mengunjunginya di pondok. Dia harus diajarkan mandiri.

Tunggu saja kalau liburan dia akan p**ang” Kata suamiku tegas seakan membaca kerinduanku untuk

mengunjungi Doni.

Tak terasa Doni kini sudah kelas 3 Madrasa Aliyah atau setingkat SMU. Ruli kelas 1 SMU dan

Rini kelas 2 SLP. Suamiku tidak pernah bertanya soal Raport sekolahnya. Tapi aku tahu raport

sekolahnya tak begitu bagus tapi juga tidak begitu buruk. Bila liburan Doni p**ang kerumah,

Doni lebih banyak diam. Dia makan tak pernah berlebihan dan tak pernah bersuara selagi makan

sementara adiknya bercerita banyak soal disekolah dan suamiku menanggapi dengan tangkas untuk

mencerahkan. Walau dia satu k**ar dengan adiknya namun k**ar itu selalu dibersihkannya setelah

bangun tidur. Tengah malam dia bangun dan sholat tahajud dan berzikir sampai sholat subuh.

Ku purhatikan tahun demi tahu perubahan Doni setelah mondok. Dia berubah dan berbeda dengan

adik adiknya. Dia sangat mandiri dan hemat berbicara. Setiap hendak pergi keluar rumah, dia

selalu mencium tanganku dan setelah itu memelukku. Beda sekali dengan adik adiknya yang serba

cuek dengan gaya hidup modern didikan suamiku.

Setamat Madrasa Aliyah, Doni kembali tinggal dirumah. Suamiku tidak menyuruhnya melanjutkan ke

Universitas. “ Nilai rapor dan kemampuannya tak bisa masuk universitas. Sudahlah. Aku tidak

bisa mikir soal masa depan dia. Kalau dipaksa juga masuk universitas akan menambah beban

mentalnya. “ Demikian alasan suamiku. Aku dapat memaklumi itu. Namun suamiku tak pernah

berpikir apa yang harus diperbuat Doni setelah lulus dari pondok. Donipun tidak pernah

bertanya. Dia hanya menanti dengan sabar.

Selama setahun setelah Doni tamat dari mondok, waktunya lebih banyak di habiskan di Masjid.

Dia terpilih sebagai ketua Remaja Islam Masjid. Doni tidak memilih Masjid yang berada di

komplek kami tapi dia memilih masjid diperkampungan yang berada dibelakang komplek. Mungkin

karena inilah suamiku semakin kesal dengan Doni karena dia bergaul dengan orang kebanyakan.

Suamiku sangat menjaga reputasinya dan tak ingin sedikitpun tercemar. Mungkin karena dia malu

dengan cemoohan dari tetangga maka dia kadang marah tanpa alasan yang jelas kepada Doni. Tapi

Doni tetap diam. Tak sedikitpun dia membela diri.

Suatu hari yang tak pernah kulupakan adalah ketika polisi datang kerumahku. Polisi mencurigai

Doni dan teman temannya mencuri di rumah yang ada di komplek kami. Aku tersentak. Benarkah

itu. Doni sujud dikaki ku sambil berkata “ Doni tidak mencuri , Bunda. TIdak, Bunda percayakan

dengan Doni. Kami memang sering menghabiskan malam di masjid tapi tidak pernah keluar untuk

mencuri.” Aku meraung ketika Doni dibawa kekantor polisi. Suamiku dengan segala daya dan upaya

membela Doni. Alhamdulilah Doni dan teman temannya terbebaskan dari tuntutan itu. Karena

memang tidak ada bukti sama sekali. Mungkin ini akibat kekesalan penghuni komplek oleh ulah

Doni dan kawan kawan yang selalu berzikir dimalam hari dan menggangu ketenangan tidur.

Tapi akibat kejadian itu , suamiku mengusir Doni dari rumah. Doni tidak protes. Dia hanya diam

dan menerima keputusan itu. Sebelum pergi dia rangkul aku” Bunda , Maafkanku. Doni belum bisa

berbuat apapun untuk membahagiakan bunda dan Ayah. Maafkan Doni “ Pesanya. Diapun memandang

adiknya satu satu. Dia peluk mereka satu persatu “ Jaga bunda ya. Mulailah sholat dan jangan

tinggalkan sholat. Kalian sudah besar .” demikian pesan Doni. Suamiku nampak tegar dengan

sikapnya untuk mengusir DOni dari rumah.

“ Mas, Dimana Doni akan tinggal. “ Kataku dengan batas kekuatan terakhirku membela Doni.

“ Itu bukan urusanku. Dia sudah dewasa. Dia harus belajar bertanggung jawab dengan hidupnya

sendiri.

***
Tak terasa sudah enam tahun Doni pergi dari Rumah. Setiap bulan dia selalu mengirim surat

kepadaku. Dari suratnya kutahu Doni berpindah pindah kota. Pernah di Bandung, Jakarta,

Surabaya dan tiga tahun lalu dia berangkat ke Luar negeri. Bila membayangkan masa kanak

kanaknya kadang aku menangis. Aku merindukan putra sulungku. Setiap hari kami menikmati

fasilitas hidup yang berkecukupan. Ruli kuliah dengan kendaraan bagus dan ATM yang berisi

penuh. Rinipun sama. Karir suamiku semakin tinggi. Lingkungan social kami semakin berkelas.

Tapi, satu putra kami pergi dari kami. Entah bagaimana kehidupannya. Apakah dia lapar. Apakah

dia kebasahan ketika hujan karena tidak ada tempat bernaung. Namun dari surat Doni , aku tahu

dia baik baik saja. Dia selalu menitipkan pesan kepada kami, “ Jangan tinggalkan sholat.

Dekatlah kepada Allah maka Allah akan menjaga kita siang dan malam. “

***
Prahara datang kepada keluarga kami. Suamiku tersangkut kasus Korupsi. Selama proses

pemeriksaan itu suamiku tidak dibenarkan masuk kantor. Dia dinonaktifkan. Selama proses

itup**a suamiku nampak murung. Kesehatannya mulai terganggu. Suamiku mengidap hipertensii. Dan

puncaknya , adalah ketika Polisi menjemput suamiku di rumah. Suamiku terbukti melakukan tindak

pidana korupsi. Rumah dan semua harta yang selama ini dikumpulkan disita oleh negara. Media

maassa memberitakan itu setiap hari. Reputasi yang selalu dijaga oleh suamiku selama ini

ternyata dengan mudah hancur berkeping keping. Harta yang dikumpul, sirna seketika. Kami

sekeluarga menjadi pesakitan. Ruli malas untuk terus keliah karena malu dengan teman temannya.

Rini juga sama yang tak ingin terus kuliah.

Kini suamiku dipenjara dan anak anak jadi bebanku dirumah kontrakan. Ya walau mereka sudah

dewasa namun mereka menjadi bebanku. Mereka tak mampu untuk menolongku. Baru kutahu bahwa

selama ini kemanjaan yang diberikan oleh suamiku telah membuat mereka lemah untuk survival

dengan segala kekurangan. Maka jadilah mereka bebanku ditengah prahara kehidupan kami. Pada

saat inilah aku sangat merindukan putra sulungku. Ditengah aku sangat merindukan itulah aku

melihat sosok pria gagah berdiri didepan pintu rumah.

Doniku ada didepanku dengan senyuman khasnya. Dia menghambur kedalam pelukanku. “ Maafkan aku

bunda, Aku baru sempat datang sekarang sejak aku mendapat surat dari bunda tentang keadaan

ayah. “ katanya. Dari wajahnya kutahu dia sangat merindukanku. Rini dan Ruli juga segera

memeluk Doni. Mereka juga merindukan kakaknya. Hari itu, kami berempat saling berpelukan untuk

meyakinkan kami akan selalu bersama sama.

Kehadiran Doni dirumah telah membuat suasana menjadi lain. Dengan bekal tabungannya selama

bekerja diluar negeri, Doni membuka usaha percetakan dan reklame. Aku tahu betul sedari kecil

dia s**a sekali menggambar namun hobi ini selalu di cemoohkan oleh ayahnya. Doni mengambil

alih peran ayahnya untuk melindungi kami. Tak lebih setahu setelah itu, Ruli kembali kuliah

dan tak pernah meninggalkan sholat dan juga Rini. Setiap maghrib dan subuh Doni menjadi imam

kami sholat berjamaah dirumah. Seusai sholat berjaman Doni tak lupa duduk bersilah dihadapan

kami dan berbicara dengan bahasa yang sangat halus , beda sekali dengan gaya ayahnya

“ Manusia tidak dituntut untuk terhormat dihadapan manusia tapi dihadapan Allah. Harta dunia,

pangkat dan jabatan tidak bisa dijadikan tolok ukur kehormatan. Kita harus berjalan dengan

cara yang benar dan itulah kunci meraih kebahagiaan dunia maupun akhirat. Itulah yang harus

kita perjuangkan dalam hidup agar mendapatkan kemuliaan disisi Allah. . Dekatlah kepada Allah

maka Allah akan menjaga kita. Apakah ada yang lebih hebat menjaga kita didunia ini

dibandingkan dengan Allah. “

“ Apa yang menimpa keluarga kita sekarang bukanlan azab dari Allah. Ini karena Allah cinta

kepada Ayah. Allah cinta kepada kita semua karena kita semua punya peran hingga membuat ayah

terpuruk dalam perbuatan dosa sebagai koruptor. Allah sedang berdialog dengan kita tentang

sabar dan ikhlas, tentang hakikat kehidupan, tentang hakikat kehormatan. Kita harus mengambil

hikmah dari ini semua untuk kembali kepada Allah dalam sesal dan taubat. Agar bila besok ajal

menjemput kita, tak ada lagi yang harus disesalkan, Karna kita sudah sangat siap untuk p**ang

keharibaan Allah dengan bersih. “

Seusai Doni berbicara , aku selalu menangis. Doni yang tidak pintar sekolah, tapi Allah

mengajarinya untuk mengetahui rahasia terdalam tentang kehidupan dan dia mendapatkan itu untuk

menjadi pelindung kami dan menuntun kami dalam taubah. Ini jugalah yang mempengaruhi sikap

suamiku dipenjara. Kesehatannya membaik. Darah tingginya tak lagi sering naik. Dia ikhlas dan

sabar , dan tentu karena dia semakin dekat kepada Allah. Tak pernah tinggal sholat sekalipun.

Zikir dan linangan airmata sesal akan dosanya telah membuat jiwanya tentram. Mahasuci Allah

Dari FB ariginanjaragustian.

By : https://www.tokopedia.com/dakenziestore

09/10/2015

Address

Depok
16434

Opening Hours

Monday 07:00 - 21:00
Tuesday 07:00 - 21:00
Wednesday 07:00 - 21:00
Thursday 07:00 - 21:00
Friday 07:00 - 21:00
Saturday 07:00 - 21:00
Sunday 07:00 - 21:00

Telephone

+6285883552509

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Dakenzie posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to Dakenzie:

Share

Category