16/03/2015
Pilih Mana, Cebok Dengan Tisu atau Air
Membersihkan kotoran buang air (seperti pipis atau BAB) dengan tisu adalah kebiasaan orang Barat, bukan budaya orang Indonesia. Coba perhatikan toilet di rumah orang Indonesia, hampir tidak pernah kita temukan tisu gulung. Untuk bersuci setelah buang air yang digunakan adalah air. Orang bule yang datang ke Indonesia mungkin terkaget-kaget kalau menemukan toilet di rumah orang Indonesia hanya menggunakan air untuk bersuci setelah BAB, apalagi bila mengetahui cara membersihkan BAB adalah dengan cara cebok pakai tangan kiri. Mungkin mereka tidak pernah membersihkan hajat dengan teknik cebok itu, ha..ha..ha, mungkin terkesan jorok kali.
Saat ini banyak tempat umum membangun kamar mandi tanpa air dengan toilet duduk. Banyak juga orang Indonesia yang tidak terbiasa dan merasa tidak nyaman dengan toilet seperti ini, ditambah lagi dengan tidak adanya air yang bisa digunakan untuk membasuh setelah buang hajat.
Masyarakat Indonesia banyak yang mencoba mengadopsi budaya barat dengan hanya meletakkan tisu sebagai alat basuh di dalam toilet. Tisu yang dipakai untuk membasuh setelah buang air besar di Amerika berbeda dengan tisu yang dipakai di toilet Indonesia pada umumnya. Mereka menggunakan tisu yang telah diberi antiseptik sehingga tetap bersih walaupun tidak menggunakan air, antiseptik pada tisu bisa membunuh kuman dan bakteri.
Ternyata kebiasaan cebok dengan menggunakan tisu dapat memberikan pengaruh buruk bagi lingkungan. Sebuah artikel yang diterbitkan dalam majalah Tissue World edisi Juni-Juli 2010 lalu, menyatakan bahwa menggunakan air ternyata lebih baik dari pada tisu.
Penulis artikel ini yang juga adalah seorang aktivis lingkungan hidup Amerika, Noelle Robbins, dalam tulisannya yang berjudul “Cleaning with Water, A Better Alternative Flushing Forest”, menyebutkan bahwa gaya hidup orang Amerika yang selalu menggunakan tisu menyebabkan kerusakan parah pada ekosistem hutan dunia.
Berdasarkan hasil sebuah riset, 54 juta batang pohon ditebang untuk memproduksi 3,2 juta ton tisu toilet. Fakta ini membuat Noelle ingin merubah cara hidup masyarakat Amerika dalam menggunakan tisu toilet. Ia juga menegaskan bahwa cara cebok orang Asia malah lebih ramah lingkungan.
Pendapat yang ia ungkapkan berdasarkan sebuah fakta bahwa proses pembuatan setiap rol tisu membutuhkan sebanyak 140 liter air atau 37 galon. Setiap hari orang Amerika menghabiskan 57 lembar tisu toilet yang sama dengan 3,7 galon perhari. Hal ini kemudian dibandingkan dengan kebiasaan cebok orang asia yang menggunakan air. Sekali cebok biasanya hanya membutuhkan 0,03 galon air saja. Jumlah ini tentu saja jauh bila dibandingkan dengan proses pembuatan tisu toilet.
Tidak disangka, penggunaan tisu yang seringkali diremehkan ternyata memiliki dampak yang besar terhadap lingkungan.
Manfaat membersihkan kotoran dengan air dan tisu yaitu :
1. Air
- Ramah lingkungan karena tidak pakai produk yang berasal dari pohon.
- Pembersihan celah-celah di bagian dubur bisa lebih efisien karena adanya indra peraba yang secara langsung bersentuhan dengan permukaan kulit.
- Bisa sekalian membersihkan tempat toilet.
2. Tisu :
- Lebih elit dan modern.
- Tisu bisa diimbued dengan berbagai macam cairan, seperti antiseptik, karbol, parfum dll.
- Cebok dengan tisu bisa menghemat waktu karena lebih cepat ketimbang menggunakan air.
Jadi Pilih mana, cebok dengan tisu atau air?