01/04/2020
🌳 Muhasabah Diri
☀ Tanyakan pada diri Anda, Sepanjang matahari terbit hingga tenggelam, apakah Anda telah menghisab diri di awal suatu hari?
⛔ Pernahkah Anda bertanya :
Amalan shalih apakah yang hendak saya perbuat❓
Amal apakah yang akan saya hadirkan untuk hari ini❓
Imam Ahmad, Ibnu Hibban, dan al-Hakim meriwayatkan dari Abud Darda’ Radhiyallahu anhu, ia berkata, “Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda:
مَا طَلَعَتْ شَمْسٌ قَطُّ إِلاَّ بُعِثَ بِجَنْبَتَيْهَا مَلَكَانِ يُنَادِيَانِ يُسْمِعَانِ أَهْلَ اْلأَرْضِ إِلاَّ الثَّقَلَيْنِ، يَا أَيُّهَا النَّاسُ هَلُمُّوْا إِلَى رَبِّكُمْ فَإِنَّ مَا قَلَّ وَكَفَى خَيْرٌ مِمَّا كَثُرَ وَأَلْهَى وَلاَ آبَتْ شَمْسٌ قَطٌّ إِلاَّ بُعِثَ بِجَنْبَتَيْهَا مَلَكَانِ يُنَادِيَانِ يُسْمِعَانِ أَهْلَ اْلأَرْضِ إِ…
[10.46, 31/1/2020] Fawaid simpati: 🌳 Muhasabah Diri
☀ Tanyakan pada diri Anda, Sepanjang matahari terbit hingga tenggelam, apakah Anda telah menghisab diri di awal suatu hari?
⛔ Pernahkah Anda bertanya :
Amalan shalih apakah yang hendak saya perbuat❓
Amal apakah yang akan saya hadirkan untuk hari ini❓
Imam Ahmad, Ibnu Hibban, dan al-Hakim meriwayatkan dari Abud Darda’ Radhiyallahu anhu, ia berkata, “Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda:
مَا طَلَعَتْ شَمْسٌ قَطُّ إِلاَّ بُعِثَ بِجَنْبَتَيْهَا مَلَكَانِ يُنَادِيَانِ يُسْمِعَانِ أَهْلَ اْلأَرْضِ إِلاَّ الثَّقَلَيْنِ، يَا أَيُّهَا النَّاسُ هَلُمُّوْا إِلَى رَبِّكُمْ فَإِنَّ مَا قَلَّ وَكَفَى خَيْرٌ مِمَّا كَثُرَ وَأَلْهَى وَلاَ آبَتْ شَمْسٌ قَطٌّ إِلاَّ بُعِثَ بِجَنْبَتَيْهَا مَلَكَانِ يُنَادِيَانِ يُسْمِعَانِ أَهْلَ اْلأَرْضِ إِلاَّ الثَّقَلَيْنِ، اَللَّهُمَّ أَعْطِ مُنْفِقًا خَلَفًا وَأَعْطِ مُمْسِكًا مَالاً تَلَفًا.
“Tidaklah matahari terbit kecuali diutus dua Malaikat pada kedua sisinya. Keduanya menyeru yang dapat didengar oleh penduduk bumi, kecuali tsaqalain (manusia dan jin): 'Wahai manusia! Marilah menuju kepada Rabb kalian. Sesungguhnya sedikit namun cukup itu lebih baik daripada banyak namun melalaikan.' Dantidaklah terbenam matahari, kecuali di utus dua Malaikat pada kedua sisinya. Mereka berkata, 'Ya Allah, berikanlah ganti kepada orang yang berinfak. Ya Allah, berkanlah kehancuran kepada orang yang tidak mau berinfak.'
Shahih: HR. Ahmad (V/197), Abu Dawud ath-Thayalisi (no.1072), Ibnu Hibban (no.2476 al-Mawaarid), al-Hakim (II/444-445), dan lainnya. Lafazh ini milik Ahmad, dari Abu Darda radhiyallahu 'anhu. Dishahihkan oleh Syaikh al-Albani dalam silsilah al-Ahadits ash-Shahihah (no. 443).
Sungguh kasihan orang yang hari-harinya berlalu dari hidupnya begitu saja dengan sia-sia, tidak diisi amal ketaatan kepada Allah 'Azza wa jalla. Mereka menyambut terbitnya matahari dengan perbuatan maksiat dan mengantar tenggelamnya matahari dengan kemaksiatan p**a.
Wal'iyaadzu bilaah.
(Buku Amalan Sunnah Setahun, Bab 1 hlm. 33, 36)