07/06/2026
πποΈ DARURAT SAMPAH TIDAK BISA DISELESAIKAN HANYA DENGAN MENAMBAH TPA
DPR RI mendorong gerakan pilah sampah menjadi gerakan nasional. Sebuah langkah yang patut diapresiasi, karena persoalan sampah saat ini sudah tidak bisa lagi diselesaikan dengan pola lama: kumpul, angkut, dan buang.
Tumpukan sampah yang menggunung di TPA adalah bukti bahwa pengelolaan sampah dari sumbernya belum berjalan optimal. Selama masyarakat masih mencampur sampah organik dan anorganik, maka TPA akan terus penuh, biaya pengangkutan terus meningkat, dan pencemaran lingkungan akan semakin sulit dikendalikan.
Melalui ORTALA (Organik Rumah Tangga Lestari), kami meyakini bahwa solusi terbaik dimulai dari rumah tangga.
Satu hal yang sering terlupakan adalah bahwa sampah organik merupakan komponen terbesar dari timbulan sampah rumah tangga. Ketika sampah organik sudah dikelola dengan baik, maka sampah jenis lainnya akan jauh lebih mudah dikelola.
Mengapa?
Karena sampah anorganik yang terpisah dari sampah organik tidak lagi basah, tidak berbau, tidak tercemar lindi, serta memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi untuk didaur ulang.
Artinya, kunci keberhasilan pengelolaan sampah bukan dimulai dari sampah plastik, melainkan dari **pengelolaan sampah organik di sumbernya.**
Sampah organik bukan masalah, tetapi sumber daya yang selama ini belum dikelola dengan baik.
Bayangkan jika setiap rumah tangga mengelola sampah organiknya sendiri. Lebih dari separuh sampah yang selama ini memenuhi TPA dapat dikurangi. Lingkungan menjadi lebih bersih, emisi gas rumah kaca berkurang, dan masyarakat memperoleh manfaat ekonomi dari sampah yang sebelumnya dianggap tidak bernilai.
"Gerakan Nasional Pilah Sampah harus dimulai dari Gerakan Rumah Tangga Kelola Sampah Organik."
Karena ketika sampah organik selesai di sumbernya, maka persoalan sampah lainnya akan jauh lebih mudah diselesaikan.