Kecamatan_Bumiaji

Kecamatan_Bumiaji Bumiaji adalah sebuah kecamatan di Kota Batu. Berkantor di Jl Raya Punten No 17, Desa Punten.

Di kecamatan ini terdapat sembilan desa, yakni Desa Giripurno, Pandanrejo, Bumiaji, Gunungsari, Punten, Sumbergondo, Bulukerto, Tulungrejo dan Sumberbrantas.

Tradisi Atur Pingsungsung Tanda Syukur Marang GustiTULUNGREJO – Sejak pagi warga lima dusun di Desa Tulungrejo, Kecamata...
29/07/2024

Tradisi Atur Pingsungsung Tanda Syukur Marang Gusti

TULUNGREJO – Sejak pagi warga lima dusun di Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji (yakni Dusun Kekep, Dusun Gondang, Dusun Gerdu, Dusun Junggo dan Dusun Wonorejo) berkumpul di lapangan desa yang akrab disebut Lapangan Arjuna, Minggu (28/7/2024).

Pagi itu warga akan mengarak hulu bekti berupa sayuran, buah-buahan hingga ayam hidup. Semua warga menggunakan pakaian adat Jawa. Dengan penuh s**a cita mengarak hulu bekti ini dalam barisan yang rapi.

"Sudah menjadi tradisi kami, kami menghaturkan hulu bekti ini kepada pemerintah desa sebagai wujud Syukur kita terhadap karunia Ilahi. Kami mempersiapkannya sudah jauh hari agar semua bisa berjalan lancar," ujar Runik, warga Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji.

Begitu sampai di depan Balai Desa Tulungrejo, kedatangan warga disambut dua penari. Diiringi bebunyian gamelan, kedua penari ini menghantarkan warga masuk ke dalam Balai Desa. Saat itu di dalam Balai Desa sudah menunggu tokoh adat dan tokoh masyarakat. Kepala Dusun pun menyerahkan hulu bekti ini kepada Kades Tulungrejo, Suliono.

Semua itu adalah rangkaian dari tradisi Atur Pingsungsung yang selalu dilaksanakan setahun sekali menjelang Selamatan Desa yang tahun ini jatuh pada Kamis Kliwon Bulan Suro atau tanggal 1 Agustus 2024.

Dalam bahasa Jawa Atur Pingsungsung berarti memberikan hadiah atau persembahan. Dimana hari itu warga mengarak hulu bekti (seserahan) sebagai wujud rasa syukur atas karunia kesehatan dan kesejahteraan.

Hulu bekti ini merupakan hasil bumi, bisa sayuran, buah-buahan maupun hasil ternak kepada Kepala Desa.

"Sebenarnya warga lewat Atur Pingsungsung, salah satu tujuannya untuk mengusung bahan makanan yang akan dipergunakan untuk selamatan desa. Hasil bumi ini adalah bentuk sedekah dari warga yang nanti akan dipergunakan untuk membuat bahan tasyakuran,” ujar Kades Suliono.

Ia mengatakan bahwa seserahan yang diberikan bukan sembarang seserahan, ada syaratnya, salah satunya adalah hasil bumi yang diberikan haruslah dihasilkan dari Desa Tulungrejo.

Hasil bumi ini akan diolah untuk tasyakuran selamatan desa. "Selamatan Desa selalu kita laksanakan pada Kamis Kliwon Bulan Suro, tahun ini jatuh pada tanggal 1 Agustus 2024," ujar kades yang baru saja mengantarkan desanya meraih juara 1 Lomba Desa tingkat Provinsi Jawa Timur tahun 2024 ini.

Sebelum Atur Pingsungsung dilakukan pemasangan tarub (terop) agung, pembuatan jenang suro hingga pemasangan Cok Bakal. Atur Pingsungsung ini menurut Suliono adalah wujud syukur warga atas karunia Allah SWT yang sudah dilaksanakan turun temurun. (*)

Komitmen Bersama Menjaga Kesehatan MasyarakatBUMIAJI - Semua stakeholder di Kecamatan Bumiaji bersepakat dan menandatang...
23/02/2024

Komitmen Bersama Menjaga Kesehatan Masyarakat

BUMIAJI - Semua stakeholder di Kecamatan Bumiaji bersepakat dan menandatangani komitmen bersama untuk menjaga kesehatan masyarakat.

Komitmen bersama ini ditandatangani Camat Bumiaji Bambang Hari Suliyan SSTP, Bataud Koramil Bumiaji Pelda Abdul Kodir, Wakapolsek Bumiaji Iptu Totok Suhariyanto, Kepala Puskesmas Bumiaji Dokter Kartini Kristalina dan perwakilan desa.

Penandatanganan ini dilaksanakan disela-sela pelaksanaan Mini Lokakarya Lintas Sektoral yang dilaksanakan di Pendopo Kecamatan Bumiaji, Selasa (20/2/2024).

Menurut Dokter Kartini kegiatan Mini Lokakarya ini dilaksanakan rutin setiap tiga bulan sekali. Dimana saat itu Puskesmas Bumiaji menyampaikan program ke depan sekaligus melaporkan hasil dan mengevaluasinya.

“Kegiatan ini kita lakukan setiap 3 bulan sekali untuk menyampaikan kepada panjenengan semua, program apa ke depan yang akan kita laksanakan serta melaporkan hasil kegiatan yang sudah dilaksanakan. Hari ini kita juga sekaligus bersama-sama memantapkan komitmen di bidang Kesehatan,”ujar Dokter Kartini.

Ia meminta dukungan seluruh stake holder di Kecamatan Bumiaji agar seluruh pelayanan bisa diterima dengan baik oleh masyarakat. Ia membenarkan baru saja melaksanakan pergeseran Bidan Desa dan Perawat, hal itu bukan untuk mengurangi semangat dan pelayanan kepada masyarakat, namun lebih pada penyegaran.

“Rata-rata Bidan Desa kita sudah lebih dari 10 tahun tidak geser, biar panjenengan semua tidak bosen kita lakukan pergeseran,”ujarnya. Dalam kesempatan itu, Dokter Kartini menjelaskan bahwa Bidan Desa bertugas di Polindes yang buka 24 jam.

Keberadaan Bidan Desa ini diperkuat dengan adanya Puskesmas Pembantu (Pustu) di Desa Gunungsari, Desa Giripurno, Desa Sumberbrantas dan di Desa Bumiaji. “Kalau Pustu mengikuti jam pelayanan yang ada di Puskesmas Bumiaji. Bidan Desa memang bersiaga di Polindes 24 jam, kecuali hari Minggu atau pada saat mereka bertugas di Puskesmas, hal ini mohon dimaklumi, karena Bidan Desa dan Perawat masih terkena piket di Puskesmas Bumiaji juga,”ujar Dokter Kartini.

Sementara itu Bataud Koramil Bumiaji Pelda Abdul Kodir mengingatkan bahwa menjaga Kesehatan masyarakat juga bagian dari pertahanan keamanan negara. Karena itu ia mengajak seluruh elemen untuk bersama-sama menjaga Kesehatan masyarakat.
Hal senada dikemukakan oleh Wakapolsek Bumiaji Iptu Totok Suhariyanto, ia berharap semua pihak peduli dengan Kesehatan masyarakat. “Saat ini sedang mewabah DBD, mari kita bersama-sama menjaga agar tidak ada yang sakit karena DBD,”ujarnya. (bmj)

Alhamdulillah, Rekapitulasi Hasil Penghitungan Suara RampungBUMIAJI – Alhamdulillah rekapitulasi hasil penghitungan suar...
20/02/2024

Alhamdulillah, Rekapitulasi Hasil Penghitungan Suara Rampung

BUMIAJI – Alhamdulillah rekapitulasi hasil penghitungan suara di Kecamatan Bumiaji telah rampung, Senin (19/1/2024) malam. Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Bumiaji bersama Saksi Partai Politik atau Saksi Capres/Caleg) menandatangani berita acara.

Hasil Pemilihan Presiden di Kecamatan Bumiaji, pasangan nomor urut 2, Prabowo – Gibran mendapatkan 30000 suara, disusul pasangan nomor urut 3 Ganjar – Mahfud dengan 8794 suara dan pasangan dan pasangan nomor urut 1 Anies – Muhaimin dengan 4457 suara.

Jumlah suara sah sebanyak 43251 surat suara, sementara surat suara tidak sah sebanyak 1320 surat suara. Total jumlah surat suara yang dipergunakan 44571 surat suara.

Sementara partai yang meraih suara terbanyak wilayah Kecamatan Bumiaji tetap dipegang PDIP dengan 8640 suara.

Semua hasil rekapitulasi ini menurut Komisioner KPU Kota Batu, Erfanudin bisa diakses secara terbuka oleh masyarakat lewat website pemilu2024.kpu.go.id. Disini tidak hanya terpampang angka perolehan, namun juga ada foto C Plano.
Erfanudin mengatakan bahwa proses rekapitulasi hasil penghitungan suara di Kecamatan Bumiaji berlangsung lancar tanpa insiden.

Sementara itu Bataud Koramil Bumiaji, Pelda Abdul Kadir mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat Kecamatan Bumiaji yang terlibat aktif dalam penyelenggaraan dan tetap menjaga situasi Kecamatan Bumiaji tetap kondusif.

“Terima kasih kepada seluruh warga Kecamatan Bumiaji yang telah melaksanakan pesta demokrasi dengan asyik dan aman, tetap jaga persatuan dan kesatuan kita, jangan sampai terhasut oleh orang-orang yang ingin memecah belah persatuan kita,”ujarnya. (bmj)

Camat Bumiaji, Bambang Hari Suliyan SSTP memimpin rapat staf. Beragam hal dibahas dalam rapat ini, antara lain persiapan...
12/02/2024

Camat Bumiaji, Bambang Hari Suliyan SSTP memimpin rapat staf. Beragam hal dibahas dalam rapat ini, antara lain persiapan Musrenbang dan penataan arsip.







Siapkan Hadiah untuk TPS Partisipasi Tertinggi BUMIAJI- Kabar gembira untuk Kelompok Penyelanggara Pemungutan Suara (KPP...
12/02/2024

Siapkan Hadiah untuk TPS Partisipasi Tertinggi

BUMIAJI- Kabar gembira untuk Kelompok Penyelanggara Pemungutan Suara (KPPS) yang bertugas saat Pemilu tahun 2024 nanti. Forkopimcam (Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan) Bumiaji menyiapkan hadiah menarik untuk Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang partisipasi pemilihnya tertinggi.

Hal ini dikemukakan oleh Kapolsek Bumiaji, Ajun Komisaris Polisi (AKP) Guguk Windu Hadi disela-sela pelaksanaan Gelar Pas**an Pengamanan Pemilu tahun 2024 yang dilaksanakan di Lapangan Gelora Arjuna Desa Bumiaji beberapa waktu lalu.

Tingkat partisipasi pemilih yang tinggi, menurut kapolsek adalah indikator keberhasilan KPPS dalam kinerjanya, sebaliknya jika tingkat partisipasi pemilih pada suatu TPS rendah justru akan menjadi beban bagi KPPS, karena bisa menimbulkan protes.

“Rekan-rekan (Linmas-red) jaga kesehatannya, Kami Muspika akan memberikan hadiah bagi TPS yang tingkat kehadirannya paling tinggi. Saya juga sudah koordinasi dengan desa, nampaknya desa juga akan memberikan hadiah kepada TPS dengan tingkat kehadiran tertinggi. Jangan sampai tingkat kehadiran di TPS kecil, karena hal itu bisa menimbulkan protes,”ujar kapolsek.

Kapolsek juga wanti-wanti agar terus meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan upaya menghalang-halangangi masyarakat datang ke TPS. “Kalau ada yang melihat orang atau sekelompok orang menghalang-halangi masyarakat ke TPS, bisa disampaikan kepada Ketua Panwaslu Bumiaji,”ujar kapolsek.

Sebagai bentuk kesiapan mengamankan pemungutan suara dalam Pemilu serentak tahun 2024. Kecamatan Bumiaji melaksanakan gelar pas**an yang diikuti 620 personil Perlindungan Masyarakat (Linmas) dari sembilan desa di Kecamatan Bumiaji.

Gelar pas**an ini dipimpin langsung oleh Camat Bumiaji, Bambang Hari Suliyan SSTP. Hadir p**a dalam kegiatan ini Kapolsek Bumiaji, Danramil Bumiaji Kapten CPL Pratikno dan Kabid Linmas Satpol PP Kota Batu, Dony Indrijatmoko serta seluruh anggota Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Bumiaji dan Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Bumiaji.

Dalam kesempatan itu, Camat Bumiaji berpesan kepada seluruh peserta Gelar Pas**an Pengamanan jika terjadi permasalahan ketika pemilu berlangsung bisa diselesaikan dengan cara yang damai dan humanis.

“Selalu koordinasi dengan Kasatgas Linmas maupun Forkopimcam. Kalau di desa bisa koordinasi dengan Babinsa dan Bhabinkamtibmas. Apabila timbul potensi permasalahan bisa segera diselesaikan, sehingga tidak sampai membesar,” ujar Camat Bumiaji.

Camat berharap Pemilu berjalan dengan kondusif, aman dan sukses. “Tentunya ini (kondusif), prestasi buat kita semua yang bertugas mengamankan baik di TPS, maupun diluar TPS. Terakhir jaga netralitas. Perkara pilihan itu di TPS, tapi ketika bertugas saya minta netral, jangan mempengaruhi pilihan kepada pemilih, sehingga pemimpin dan wakil rakyat yang terpilih nanti sesuai dengan hati Nurani masyarakat,” ujar Camat sembari mengingatkan agar Linmas tiba di tempat acara 15 menit sebelum pelaksanaan.

Sementara itu Danramil Bumiaji menegaskan bahwa Linmas adalah ujung tombak terdepan suksesnya penyelenggaraan Pemilu tahun 2024. “Saya yakin Linmas sudah bisa memprediksi apa yang harus dikerjakan dan ditindaklanjuti ketika ada permasalahan. Semua sudah dilatih menghadapinya,” ujar laki-laki yang baru saja menjabat sebagai Danramil Bumiaji.

Sementara itu Kabid Linmas Satpol PP Kota Batu, Dony Indrijatmoko berpesan agar para anggota Linmas menjaga kekompakan dan kebersamaan. “Laksanakan tugas dengan penuh tanggungjawab, sehingga Pemilu tahun 2024 berlangsung,” ujarnya. (bmj)

Pak Camat Peduli Warga PrasejahteraBUMIAJI – Musmulidi alias Rudik, 46 tahun, Warga Dusun Sumbersari, Desa Giripurno ter...
09/02/2024

Pak Camat Peduli Warga Prasejahtera

BUMIAJI – Musmulidi alias Rudik, 46 tahun, Warga Dusun Sumbersari, Desa Giripurno terkejut melihat kedatangan Camat Bumiaji, Bambang Hari Suliyan SSTP. Ia pun tergopoh-gopoh menyalami Pak Camat yang datang bersama Kepala Dusun Sumbersari, Istiyah.

Rudik yang kini tinggal sendirian ini, langsung mempersilahkan Pak Camat dan Istiyah duduk di dingklik. Dalam waktu singkat mereka pun terlibat obrolan yang hangat. Perbincangan tambah enak didengar saat Kepala Desa Giripurno, Suntoro datang dan ikut nimbrung dalam obrolan.

Kesempatan ini dipergunakan Rudik untuk curhat kepada Pak Camat terkait kondisi perekonomiannya. Ia menceritakan bagaimana ia hidup di rumah ini sendirian karena sudah berpisah dengan istrinya. “Anak saya tinggal bersama istri saya,”ujarnya.

Sebelumnya ia tinggal dirumah orang tuanya, yang lokasinya tidak jauh dari rumah yang kini ia tinggali. Saat ibunya meninggal dunia tujuh tahun yang lalu, ia memutuskan pindah tempat tinggal dan memanfaatkan sebidang tanah miliknya seluas 200 meter persegi.

Diatas tanah ini, ia membangun rumah berbahan bambu dan triplek yang dibagi-bagi menjadi satu ruangan kamar, dapur dan ruang tamu. Dibelakang ruangan ini terdapat kandang yang dibatasi dengan sekat dinding dari triplek dengan bangunan dimana ia tinggal.

Rumah Rudik memang masih belum berubin alias masih berlantai tanah. Kendati begitu, kondisi rumah Rudik terlihat bersih, tidak terlihat sampah yang tercecer. “Tanah ini peninggalan nenek saya, sekarang atas nama saya, kemarin baru saja mendapatkan bantuan sertifikat tanah bantuan dari pemerintah lewat program PTSL (Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap),” tutur Rudik.

Tak lupa Rudik pun menceritakan kalau ada salah satu atap di kamarnya yang bocor dan dirinya tidak bisa memperbaikinya karena tidak memiliki uang.

Rudi menceritakan bahwa selama ini ia bekerja serabutan, ketika ada orang yang membutuhkan tenaganya ia baru mendapatkan penghasilan. “Sehari saya mendapatkan penghasilan Rp 60 ribu, tapi itu pun tidak tentu, tidak setiap hari saya mendapatkan pekerjaan,” ujarnya.

Keseharian dipergunakan untuk mencari rumput untuk tiga ekor sapi yang dirawatnya, namun itu pun tidak memberikan pendapatan harian untuknya, karena hewan ternak ini bukan miliknya, tapi milik orang lain yang dirawatnya dengan menggunakan system bagi hasil. “Kalau sapinya dijual, baru saya mendapatkan penghasilan,”ujarnya.

Keterbatasan pemas**an ini yang membuatnya sulit untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. “Kalau tidak punya uang ya diam saja, menahan lapar, mau minta ke tetangga ya sungkan. Kalau saya ke rumah Bu Kasun (Istiyah) selalu disuruh makan, tapi saya bilang sudah, itu karena saya malu,”ujarnya.

Dirumah Rudik sudah terpasang sambungan Listrik yang pembayarannya menggunakan token. “Saya belinya Rp 50 ribu, cukup untuk empat minggu,” ujar Rudik. Didepan Pak Camat, Rudik mengharapkan agar ia mendapatkan bantuan dari Pemerintah Kota Batu untuk merehab rumahnya. “Saya ingin rumah yang layak,”ujar Rudik.

Lebih lanjut Rudik mengucapkan terima kasih atas kepedulian Pak Camat yang peduli dengan warganya. Selain ia telah menerima bantuan sembako, ia juga dibantu mendapatkan sertifikat tanah miliknya lewat program PTSL.

“Terima kasih kepada Pemerintah Kota, Kecamatan dan Pemerintah Desa yang sudah membantu saya,” ujarnya.

Menjawab Curhatan Rudik, Pak Camat mengatakan bahwa secara rutin Pemerintah Kota Batu memang melaksanakan program Bedah Rumah untuk keluarga Pra Sejahtera di seluruh Kota Batu. Bukan hanya di Kecamatan Bumiaji saja.

“Termasuk di Desa Giripurno ini, program bedah rumah juga dijalankan. Di Dusun Sumbersari ini antriannya masih dua orang yang kondisi perekonomiannya masih dibawah jenengan (Rudik-red). Jadi sabar menunggu ya,”ujar Pak Camat kepada Rudik.

Mendengar itu Rudik menjadi paham alur dan mekanisme bedah rumah. Ia pun menegaskan tidak akan memaksakan untuk bedah rumah terlebih dahulu, karena ada warga yang lebih membutuhkan bantuan bedah rumah ketimbang dirinya.

Terkait dengan atap rumahnya yang bocor, Pak Camat menawarkan perbaikan ringan. Begitu juga masalah token Listrik, Pak Camat meminta agar Rudik mencatat nomor HP Pak Camat. “Pokoknya kalau ada apa-apa, hubungi saya, atau hubungi Bu Kasun atau Pak Kades, apalagi kalau tidak bisa makan, pasti Bu Kasunnya bisa membantu, jangan malu,”ujar Pak Camat.

Hal senada juga diungkap Suntoro, ia meminta kepada Rudik agar tidak malu menceritakan kondisi yang dialaminya. “Ojo Isin, ada apa-apa, langsung temui saya di kantor desa,” ujar Suntoro.

Dalam kesempatan itu, Pak Camat dan Kades Giripurno juga memberikan bantuan sembako untuk Rudik. Mereka juga berencana membantu Rudik untuk mendapatkan pekerjaan yang layak, sehingga kebutuhan hidup Rudik terpenuhi.

Sekedar diketahui kunjungan Pak Camat ke rumah Rudik ini merupakan bagian dari program Sambang Warga yang rutin dilaksanakan. Sebelumnya Pak Camat juga mengunjungi Anak Asuh Stunting di Desa Sumberbrantas. (bmj)

Ini 3 Usulan Program Prioritas Kecamatan Bumiaji 2025BUMIAJI – Ini tiga usulan program prioritas Kecamatan Bumiaji tahun...
03/02/2024

Ini 3 Usulan Program Prioritas Kecamatan Bumiaji 2025

BUMIAJI – Ini tiga usulan program prioritas Kecamatan Bumiaji tahun 2025 yang akan diusulkan lewat Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Tingkat Kecamatan yang dilaksanakan 29 Februari 2024 mendatang.

Program prioritas ini dibahas dalam Rapat Pleno Pra Musrenbang Kecamatan Bumiaji yang dilaksanakan di Pendopo Kecamatan Bumiaji, Rabu (31/1/2024) lalu.

Dalam kesempatan itu Camat Bumiaji, Bambang Hari Suliyan SSTP mengatakan bahwa tiga usulan program prioritas yang diajukan adalah pertama Normalisasi Kali Paron Desa Bumiaji, kedua Pembangunan Hunian Tetap untuk pengungsi tanah bergerak Dusun Brau, Desa Giripurno dan ketiga Pembangunan Jurang Susuh.

"Kecamatan Bumiaji mengusulkan pembangunan sudetan Kali Paron agar tidak terjadi lagi banjir di Desa Bumiaji. Kita juga mengusulkan pembangunan hunian tetap untuk pengungsi Dusun Brau, karena mereka sudah lama tinggal di Huntara(tempat hunian sementara)," ujar Camat Bumiaji.

Satu lagi usulan kecamatan Bumiaji ke Pemkot Batu adalah pembangunan Jembatan Susuh yang menghubungkan wilayah Desa Giripurno dengan Kabupaten Malang.

Kenapa tiga program prioritas ini diusulkan ? Ini alasannya. Warga Desa Bumiaji yang tinggal di dekat Kali Paron menjadi langganan banjir. Setiap hujan deras turun, Kali Paron tidak mampu menampung hingga air meluap.

Selain itu sudetan yang ada sudah tidak mampu menampung, ditambah keberadaan material sampah mengakibatkan daerah ini menjadi langganan banjir. Sebab itulah dalam Musrenbang tahun 2024 mendatang, Kecamatan Bumiaji mengusulkan agar dilakukan pembangunan sudetan sehingga tidak kembali terjadi banjir.
Usulan yang kedua adalah Pembangunan hunian tetap untuk warga Dusun Brau yang sejak dua tahun yang lalu terpaksa harus mengungsi ke hunian sementara (Huntara) karena rumah mereka berada dalam kawasan longsor. “Ada 14 KK yang saat ini masih menghuni di Huntara,”jelas Camat Bumiaji.

Usulan yang lain adalah pembangunan Jembatan Jurang Susuh. Jurang Susuh berada di perbatasan antara Desa Giripurno Kecamatan Bumiaji, Kota Batu dengan Desa Tawangargo, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang ini.

Kontur Jurang Susuh yang menanjak dan sebaliknya menurun tajam memberikan kerawanan tersendiri bagi kendaraan bermotor yang melintas. Beberapa kali terjadi kecelakaan di daerah ini akibat kendaraan tidak kuat berjalan di tanjakan.

Sebab itulah Pemerintah Desa Giripurno melalui Kecamatan Bumiaji mengusulkan pembangunan Jembatan Jurang Susuh. Harapannya pembangunan jembatan ini bisa menghilangkan resiko kerawanan yang mungkin terjadi.

Bukan hanya kecamatan yang memanfaatkan momen ini untuk memperjuangkan programnya, Pemerintah Desa juga berupaya agar ajuan program mereka direspon oleh Pemkot Batu melalui mekanisme Musrenbang.

Pelaksanaan Pra Musrenbang yang dilaksanakan Pendopo Kecamatan Bumiaji berlangsung penuh semangat. Perwakilan sembilan Pemerintah Desa (Pemdes) dan OPD antusias mengikuti kegiatan ini, seluruh desa hadir mulai dari dua hari penyelerasan hingga mengikuti Rapat Pleno Pra Musrenbang.

Dari 101 usulan yang masuk, dalam Rapat Pleno dilakukan seleksi ketat, sehingga disepakati ada 51 usulan prioritas yang diajukan. Usulan ini merupakan usulan dari sembilan desa dan tiga usulan dari Kecamatan Bumiaji. Rinciannya, 41 usulan pembangunan insfrastruktur, 4 usulan ekonomi dan enam usulan Sosial Budaya. (bmj)

Seratus Satu Usulan Program Prioritas diajukan dalam Pra Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Pra Musrenbang) tingkat Kec...
30/01/2024

Seratus Satu Usulan Program Prioritas diajukan dalam Pra Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Pra Musrenbang) tingkat Kecamatan.

Tercatat desa yang paling banyak mengajukan usulan adalah Desa Punten dengan 26 usulan program dan desa paling sedikit mengajukan usulan program adalah Desa Sumberbantas dan Desa Tulungrejo masing-masing dengan enam usulan.

“Semua usulan ini akan dibawah dalam Pleno yang rencananya besok. Pak Camat meminta agar desa memilih 5 usulan prioritas, dengan rincian 3 usulan fisik, 1 usulan sosbud dan 1 usulan ekonomi,” ujar Kasi Pembangunan Kecamatan Bumiaji, Dwi Sulistiawati SE MM.

Hingga hari kedua pelaksanaan, usulan program masih didominasi usulan program fisik di PUPR.







Tiga Hari Ini, Desa Perjuangkan Program di Pra MusrenbangBUMIAJI – Sembilan desa di wilayah Kecamatan Bumiaji selama tig...
30/01/2024

Tiga Hari Ini, Desa Perjuangkan Program di Pra Musrenbang

BUMIAJI – Sembilan desa di wilayah Kecamatan Bumiaji selama tiga hari ini memperjuangkan program usulan masyarakatnya di Pra Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Pra Musrenbang) tingkat Kecamatan Bumiaji.

Mereka berusaha semaksimal mungkin, agar program prioritas yang sebelumnya sudah disepakati warga dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (Musrenbangdes) bisa didengar Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan direspon menjadi usulan prioritas dalam Musrenbang Kecamatan Bumiaji.

Semua kesempatan ini bisa mereka dapatkan dalam Pra Musrenbang tingkat Kecamatan yang dilaksanakan selama tiga hari ini, mulai hari Senin (29/1/2024) hingga Rabu (31/1/2024) di Pendopo kecamatan Bumiaji.

Menurut Kasi Pembangunan Kecamatan Bumiaji, Dwi Sulistiawati SE MM, Pra Musrenbang ini didesain mirip sebuah table top, yakni sebuah kegiatan bussines to bussines di dunia pariwisata, dimana pembeli bisa bertemu dengan penjual secara langsung dan menawarkan produknya.

“Kalau dalam forum Pra Musrenbang ini, Desa kita ibaratkan penjualnya, sementara OPD kita ibaratkan pembelinya. Dimana Desa bisa menawarkan program usulannya secara langsung agar di adopsi oleh OPD,”ujar Sulistiawati.

Dalam proses yang dilaksanakan rutin diawal tahun ini dilakukan verifikasi dan validasi daftar usulan program sebelum pelaksanaan Musrenbang tingkat kecamatan.

Agar meyakinkan OPD, Desa membawa usulan program dari Musrenbangdes beserta beberapa dokumen yang dibutuhkan. Harapannya OPD tertarik dan memasukkan program desa ini dalam daftar usulan prioritas yang akan dibawa dalam Musrenbang tingkat kecamatan.

“Desa membawa daftar usulannya disertai gambar nanti akan diverifikasi oleh OPD dengan tinjauan beberapa variabel,” ujar Sulis. Beberapa variabel tersebut antara lain keterdesakkan (urgensi program), dampak ekonomi, memaksimalkan potensi wilayah, partisipasi masyarakat dan kesesuaian visi misi program Pemkot Batu.

Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa Pra Musrenbang ini diikuti sembilan desa di wilayah Kecamatan Bumiaji dengan mengundang 12 OPD yang ada di Pemkot Batu yakni Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda), Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruangan (DPUPR), Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Disparta (Disparta), Dinas Sosial (Dinsos), Dinas Pendidikan, Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperum), Dinas Perhubungan (Dishub), Dinas Koperasi Usaha Mikro, Perindustrian Perdagangan (Diskumdag), Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) dan Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra).

“Hari pertama Pra Musrenbang diikuti lima desa yakni Desa Gunungsari, Bulukerto, Bumiaji, Pandanrejo dan Giripurno. Sementara hari kedua diikuti empat desa yakni Desa Sumberbrantas, Desa Tulungrejo, Desa Sumbergondo dan Desa Punten,” ujar Sulis.

Hari terakhir atau hari ketiga akan dilaksanakan Pleno Pra Musrenbang Tingkat Kecamatan yang akan dipimpin langsung oleh Camat Bumiaji, Bambang Hari Suliyan SSTP.

“Dalam pleno nanti, desa wajib memilih 5 usulan prioritas, dengan rincian 3 usulan fisik, 1 usulan sosbud dan 1 usulan ekonomi,” ujar Sulis. Hingga hari kedua pelaksanaan, usulan program masih didominasi usulan program fisik di PUPR. (bmj)

1253 KPPS se Kecamatan Bumiaji Dilantik BUMIAJI - Selang tiga hari setelah Pelantikan Pengawas TPS oleh Panwaslu Kecamat...
25/01/2024

1253 KPPS se Kecamatan Bumiaji Dilantik

BUMIAJI - Selang tiga hari setelah Pelantikan Pengawas TPS oleh Panwaslu Kecamatan Bumiaji, hari ini (25/1/2024) dilakukan pelantikan Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) serentak di Sembilan Desa di Kecamatan Bumiaji.

Jumlah total anggota KPPS se-Kecamatan Bumiaji adalah sebesar 1253 orang. Mereka dilantik oleh Ketua Panitia Pemungutan Suara (PPS) masing-masing desa. Sekretaris Camat Bumiaji, Yandi Galih Pratama SSTP MSi hadir dalam pelantikan KPPS di Desa Pandanrejo.
Yandi optimis para anggota KPPS ini bisa bekerja dengan baik, terlebih mereka adalah ujung tombak dalam pelaksanaan Pemilihan Umum serentak yang akan dilaksanakan pada tanggal 14 Februari 2024 mendatang.

“Semoga KPPS bisa melaksanakan tugas dengan Ikhlas dan sepenuh hati, sehingga Pemilu tahun 2024 mendatang akan berlangsung dengan jujur dan adil,” ujar Yandi. Menariknya, anggota KPPS yang dilantik hari ini 60 persen adalah wajah baru yang juga merupakan generasi milineal.

Ditengah-tengah penyelenggaraan pesta demokrasi, KPU menunjukkan kepeduliannya terhadap lingkungan.

Caranya KPU RI menggerakkan seluruh Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) Pemilu tahun 2024 untuk menanam bibit pohon yang jika dikalkulasi setara dengan kebutuhan kertas yang dipergunakan sebagai logistic Pemilu tahun 2024.

Seperti hari ini, KPU Kota Batu mendorong seluruh anggota KPPS di Kota Batu termasuk Kecamatan Bumiaji untuk menanam bibit pohon buah di 611 Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang tersebar di tiga kecamatan.

“Satu TPS kita tanam satu bibit pohon buah. Karena basisnya TPS, kita tanam di dekat TPS masing-masing,”ujar Komisioner KPU Kota Batu, Marlina.

Penanaman bibit pohon yang dilakukan KPPS di Kota Batu ini adalah upaya pelestarian lingkungan yang digagas oleh KPU RI. Menurut Marlina, Ketua KPU RI, Hasyim Asyari menyebut bahwa total kebutuhan kertas logistic pada Pemilu tahun 2024 ini adalah sekitar 65.998 ton atau setara 65.998.000 kilogram kertas.

Jika diasumsikan bibit pohon yang ditanam bisa menghasilkan 11,6 kilogram kertas maka dibutuhkan sekitar 5.709.898 bibit pohon. Besaran bibit pohon ini diperkirakan bisa menghasilkan 66.234.816 kg atau sebesar 66.234 ton.

Karena itulah, hari ini serentak KPU RI menggelar penanaman 5.709.898 bibit pohon yang dilakukan oleh 5.741.127 anggota KPPS se Indonesia.

Pada hari yang sama anggota KPPS juga mendapatkan bimbingan teknis terkait dengan tata kerja KPPS, pelaksanaan pendirian tempat pemungutan suara hingga pemahaman tahapan pemungutan dan penghitungan suara. (bmj)

Ubah Anggapan Upacara Tidak MenyenangkanBATU – Upacara yang dilaksanakan Kecamatan Bumiaji rutin setiap bulan pada tangg...
24/01/2024

Ubah Anggapan Upacara Tidak Menyenangkan

BATU – Upacara yang dilaksanakan Kecamatan Bumiaji rutin setiap bulan pada tanggal 17 ternyata bukan hanya bisa meningkatkan rasa nasionalisme dan persatuan, namun juga mengubah anggapan upacara sebuah hal yang tidak menyenangkan.

Bagaimana tidak, kegiatan yang melibatkan seluruh elemen masyarakat di Kecamatan Bumiaji kini menjadi hal yang selalu dinanti. Terutama bagi para siswa SMA atau SMK di Kecamatan Bumiaji, karena upacara rutin ini menjadi kesempatan bagi mereka untuk menunjukkan kemampuan menjadi petugas upacara.

Kegembiraan yang sama juga ditunjukkan oleh para siswa yang kebagian menjadi peserta upacara. Mereka senang karena bisa bertemu dengan banyak kalangan saat mengikuti upacara yang selalu dilaksanakan di halaman Pendopo Kecamatan Bumiaji ini.

“Sangat senang sekali mengikuti upacara di Kecamatan Bumiaji, karena bisa menambah pengalaman. Kita berharap ke depan, upacaranya tidak hanya diikuti oleh satu SMA saja, tapi bisa bersama sekolah lain,” ujar Yusril Mahendra, siswa SMKN 2 Kota Batu.

Menurutnya, untuk bisa mengikuti upacara di Kecamatan Bumiaji, mereka akan dipilih oleh sekolah secara bergiliran.

Petugas Upacara Bendera pertama tahun 2024 ini adalah siswa SMKN 2 Kota Batu. Bertugas sebagai Perwira Upacara adalah Andika Catur, Komandan Upacara Aditya Bayu, Pembaca Pembukaan UUD 1945 Enjelina Cendana K, Pengibar Bendera Merah Putih Nabila Ayu, Ananda Aura dan Sella F.

Bertindak sebagai Ajudan Naya Diah Novita, Pembaca Doa M Nizar Budiyansah dan MC Putri FLorensya Salis.

Sementara itu, Inspektur Upacara adalah Camat Bumiaji, Bambang Hari Suliyan SSTP. Dalam sambutannya Bambang berpesan agar seluruh warga Kecamatan Bumiaji selalu menjaga Kesehatan, karena sebentar lagi akan melaksanakan pesta demokrasi.

“Bagi ASN, TNI dan POLRI mari jaga netralitas dan mari kawal pemilu sesuai asasnya langsung umum bebas dan rahasia,” pesan Pak Camat. Tidak hanya itu, Pak Camat juga memohon agar mereka menyampaikan pesan ke saudara, tetangga dan lingkungan sekitar untuk turut mensukseskan pemilu dengan hadir di TPS.

“Kita berharap kehadiran di TPS bisa melebihi periode yang lalu, sehingga kita bisa menentukan siapa pemimpin kita mendatang. Pilihan boleh berbeda, tetapi kita tetap bersaudara. Mari kita jaga kekompakan,”ujar Pak Camat.

Ia juga mengingatkan kepada seluruh elemen masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan seiring dengan curah hujan yang tinggi. Ia mengharapkan masyarakat untuk berkoordinasi dengan desa dan kecamatan jika menemukan kerawanan bencana alam. (bmj)

Address

Jalan Raya Punten No 17
Batu
65338

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Kecamatan_Bumiaji posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to Kecamatan_Bumiaji:

Share